Adaptasi di Malang

Sejak sekarang kami tinggal di Malang beberapa hari. Tetapi kami masih harus mengadaptasi. Mobil sudah kami beli. Mobil ini Kijang hitam yang baru. Sebenarnya terlalu mahal untuk kami, tetapi organisasi saya, UEM (Tolong lihatlah link) membantu. Dan semua orang di sini pikir untuk pekerjaan saya mobil baru lebih baik daripada tgn2 karena saya harus punya mobil yang cukup kuat untuk mengunjungi gereja kedesaan. Jadi kami membeli mobil baru. Sekarang kami menunggu untuk nomor mobil sebab Ibu Katja dan saya belum boleh naik mobil keluar. Kami hanya praktek di dalam kampus GKJW saja.
Untuk sekolah kami harus pergi tiga kali per hari. Jam tujuh pagi untuk anak-anak mengantar ke sekolah, dan jam setengah duabelas kami harus menjemput Lea dan nanti jam setengah tiga sore Jona juga.
Keduanya masih bercerita tentang guru-guru mereka punya di Yogyakarta. Sebagai kenang-kenangan akan foto dicetak orang tua. Foto yang ini kami mencetak
Saya mencoba belajar bahasa Indonesia sendiri, tetapi minggu depan saya mau mulai dengan seorang guru. Tetapi kami punya banyak praktek dan pengalaman baru. Informasi yang penting di sini, terima kasih Geger!
Rumah kami juga masih perlu perabot dan rumah ini, nama rumah Emde, harus didekorasi oleh semua keluarga. Ruang Emde (Kalau pembaca yang terhormat mau tahu siapa Yohannes Emde, tolong bacalah weblog bahasa Jerman.) Untuk kommunikasi kami sudah punya hubungan telpon dan internet.
Jona dan Lea bermain dengan orang-orang yang tinggal di kampus juga. Sekarang mereka bermain sepak-bola. Anak-anak sangat bahagia dan kami sangat senang juga.

Kommentare

heri meint:

Selamat untuk mobil barunya. Sekarang keluarga Dally bisa jalan-jalan naik (binatang) Kijang. Dan juga mobil untuk aktivitas pewartaan.

Jangan lupa untuk menyopir mobil di sebelah kiri dan hati-hati polisi.

Semoga dengan mobil bisa lebih mengenal kota Apel - Malang. :)
Mittwoch 30 August 08:11

Mein Kommentar

Dieser Artikel ist geschlossen. Keine Kommentare mehr möglich.