Peserta di Sidang Majelis Agung in Madiun

Empat minggu lalu saya menerima sepucuk surat dari GKJW (= Gereja Kristen Jawi Wetan). Surat ini dikirim Pak Tjondro yang bekerja sebagai sekretaris GKJW selama bertahun-tahun meskipun dia masih muda. Saya pikir bahwa umur dia tidak lebih tua daripada 35 tahun. Surat itu dia tulis untuk informasi tentang Sidang Majelis Agung di Madiun, tanggal 29 Juni sampai 04 Juli 2006. Pak Tjondro menulis juga bahwa pimpinan GKJW mengundang saya.

Meskipun saya harus belajar bahasa Indonesia di WB setiap hari, kecuali akhir minggu, saya mau pergi ke Madiun.
Tetapi bagaimana? Setahu saya wakil ketua Gereja Kristen Jawi Wetan/Gereja Kristen jawa Timur (GKJW) tinggal di Yogyakarta. Namanya Pak Budyanto. Dia bekerja sebagai direktur universitas Duta Wacana dan saya sudah bertemu dia. Jadi saya menelpon dia dan bertanya apakah dia pergi ke sidang di Madiun. Dia bilang bahwa dia sudah pergi hari rabu tgl. 28 Juni ke Madiun dengan mobilnya. Dan dia bilang juga bahwa, kalau saya mau, saya bisa pergi berikut dia. Saya senang sekali karena kesulitan saya untuk transportasi dipecahkan.
Hari Rabu tgl. 28 Juni jam dua siang saya dijemput oleh Pak Budyanto dengan mobil di rumah homestay Heru. Sesudah kita memuatkan koper saya ke mobilnya kita berangkat. Mulai dari sekarang saya punya pelajaraan keras: selama empat setengah jam saya harus berbicara bahasa Indonesia karena saya tidak bisa turun mobil. Untunglah Pak Budyanto seorang pintar yang tahu bahwa saya hanya belajar bahasa Indonesia selama empat minggu. Oleh karena itu dia berbicara jelas dan pelan jadi saya mengerti dia bagus.
Ketika kita pergi ke Madiun kita mendiskusikan tentang gempa bumi di Yogyakarta dan baigamana GKJW dan universitas Duta Wacana mencoba membantu orang-orang di Yogyakarta khususnya baigamana mereka menolong Kristen sesudah pertolongan pertama kepada semua orang. Misalnya mereka membantu umat kristen yang gerejanya rusak. Di satu bagian di kota mereka membangun gereja dari bambu. Hari-hari berikutnya ini saya mau mengunjungi gereja itu.
Sesudah empat jam percakapan ketika naik mobil kita sampai di Madiun. Di sana kita mencari tempat untuk Sidang Majelis Agung, tetapi Pak Budyanto harus bertanya beberapa kali untuk jalan itu yang betul. Akhirnya kita sampai di tempat tujuan jam setengah tujuh. Saya lelah sekali dan sesudah mandi dan makan malam saya pergi ke hotel. Langsung saya tidur di sana.
Hari berikutnya sesudah sarapan saya naik becak ke stasiun kereta api. Karena Pak Budyanto harus tinggal di Madiun sampai Sidang Majelis Agung (SMA) selesai, tetapi saya harus kembali ke Yogyakarta untuk pelajaran di Wisma Bahasa saya sudah mau membeli karcis kereta api dari Madiun ke Yogyakarta pada hari minggu. Karcis Sancaka yang berangkat hari minggu pagi saya beli.
Sesudah pembelian karcis saya pergi ke Sidang Majelis Agung. Di mana saya mengambilbagian dewan Personalia Majelis Agung. Mula-mula saya harus memperkenalkan diri. Sesudahnya ketua bertanya saya apakah saya siap untuk pelantikan sebagai pendeta GKJW pada hari minggu. Pertanyaanya sama sekali tidak saya duga. Tetapi dia menjelaskan bahwa semua pendeta bekerja di GKJW selalu harus dilantik ketika SMA. Kalau saya tidak siap, saya harus menunggu sampai SMA depan. Tetapi saya tidak mau menunggu sampai tahun depan karena saya tidak bekerja sebagai pendeta sejak lama. Sejak saya tahu bahwa saya pindah ke Indonesia saya sudah tidak bekerja hanya belajar selama tujuh bulan tentang budaya dan bahasa Indonesia dan di Jerman saya bersiap-siap untuk menghadapi perpindahan keluarga saya. Saya setuju atas usul dari ketua Pak Drijandi meskipun saya tahu bahwa saya belum berbicara bahasa Indonesia lancar, tetapi mungkin cukup untuk pentahbisan.
Mulai dari sekarang saya mempersiapkan untuk ibadah hari minggu. Oleh karena itu pertama karcis kereta api saya harus ditukarkan oleh seorang dari GKJW Madiun. Saya juga harus pergi ke toko foto untuk foto-foto karena untuk surat piagam foto diperlukan dalam piagam.
Kemudian saya belajar Tata Ibadah sehingga saya bisa jawab bila ketua bertanya pendeta baru di ibadah. Selain daripada itu jubah diatur secretaris kepada saya.
Sesudah tiga hari mempersiapkan saya mengalami ibadah sangat bagus.
Tetapi ibadah itu ada cerita berbeda.

Kommentare

Idah Andriyani meint:

salam sejahtera pdt volker dally.
saya anggota jemaat GKJW Jember yang juga seorang dosen di universitas Jember. saat ini saya sedang mencari beasiswa untuk Phd/doctoral, dan saat saya searching di internet mendapatkan informasi bahwa ada beasiswa dari EED, untuk menyelesaikan Phd di jerman. tapi saya tidak tahu tempat pengambilan form pendaftaran. apabila anda memiliki informasi tentang hal tersebut, mohon kirim e-mail kepada saya : andriyani@ftp://ftp.unej.ac.id atas bantuannya saya ucapkan terimakasih.
salam sejahtera Tuhan Memberkati
Freitag 24 April 06:50

Mein Kommentar

Dieser Artikel ist geschlossen. Keine Kommentare mehr möglich.