Keluarga Dally masih di Malang

October 08, 2007 - Volker Dally

Sudah lama kami tidak menulis cerita untuk weblog ini. Kami masih di Indonesia. Juga semua sangat senang di sini.

Lea baru mulai sekolah bulan Augustus. Dia sangat suka belajar membaca dan lain lain. Setiap malam sebelum saya membaca buku kepada dia, Lea mau membaca buku kepada saya. Dia rajin sekali.null


Tahun ini lebih mudah untuk Jona karena dia sudah berbicara dan mengerti bahasa Inggris dengan baik. Kadang-kadang dia sudah mulai mengoreksi bahasa Inggris saya. Ketika kami belajar untuk Spelling-Test dia bilang kepada saya: "Mama, kalau membaca kata dengan pengucapan yang salah, saya tidak bisa menulis dengan benar.null

Mungkin tidak lama lagi anak-anak saya mulai mengoreksi bahasa Indonesia saya juga. Ini sangat frustrasi untuk saya.

Apa yang sudah kami buat sampai hari ini?

Ya, pasti ada banyak hal. Ya, yang apa saya tulis?

Kami sudah pergi ke gunung Bromo dua kali. Pertama kali kami pergi ke view point jam 3.30 pagi. Pasti semua gelap di sana. Ketika matahari mulai terbit, saya mau mencari gunung Bromo. Tetapi di dalam Caldera ada dua gunung. Gunung Batok dan gunung Bromo. Yang mana ada gunung Bromo? Matahari naik dan saya bisa melihat asap datang dari satu gunung. Ini gunung Bromo.null

Ketika matahari terbit kami turun ke gunung Bromo. Jona dan Lea naik dengan kuda ke gunung Bromo. Volker dan saya jalan kaki saja. Di atas kami bisa melihat dalam krater. Jona bilang bahwa bau dari gunung Bromo sangat berbau. null
Sesudah melihat Bromo kami membeli kentang di sana. Di daerah Tengger ada banyak kebun kentang. Semua anggota keluarga saya suka kentang. Kentang sangat enak.

Ada apa lagi?

Kami sudah pergi ke Sendang Biru beberapa kali. Kami naik perahu ke pulau Sempu dan jalan kaki ke laut kecil. Di sana kami bisa berenang dan kami merasa sangat senang. Sesudah bersantai di pulau Sempu Pak Volker pasti mau membeli ikan di sana karena sangat segar dan murah sekali. Biasanya kalau kami membeli ikan di Sendang Biru, Ibu Hari harus datang dan membantu untuk membersihkan dan memontong ikan untuk kolkas. Karena saya tidak suka memegang ikan.

Indah sekali!

January 30, 2007 - Volker Dally
Pada waktu kami tinggal di Yogya saya suka melihat Gunung Merapi. Setiap pagi ketika kami pergi ke sekolah pandangan mata saya mengarah ke Gunung Merapi di sebelah utara. Saya bertanya diri-sendiri apakah Gunung Merapi menghilang di awan ataukah gunung itu bisa terlihat? Setiap kali saya bisa melihat Gunung Merapi saya terpesona. Satu kali kami pergi ke Kaliadem. Di sana kami melihat daya perusak dari kekuatan Gunung Merapi. Dalam waktu cepat kekuatan alam itu bisa merusak hutan, rumah dan juga dua orang meninggal di sana. Kekuatan dan keindahan dari Gunung Merapi itu sangat mengesankan saya. Meskipun kelihatan indah dari Yogya dan damai, gunung itu sangat berbahaya.

Sesudah kembali ke Malang kami mau tahu apakah kami bisa melihat Gunung Semeru dari Malang. Kami bertanya beberapa orang, tetapi semua bilang tidak bisa. Sekarang saya bisa menyimpulkan bahwa kami tidak bisa melihat Gunung Semeru karena terlalu banyak awan. Tetapi kami mengerti Gunung Semeru tidak pernah bisa terlihat dari Malang.
Kami pikir untuk melihat Gunung Semeru kami harus pergi ke Gunung Bromo. Kami akan pergi ke Gunung Bromo tetapi sampai sekarang masih ada banyak acara lain. Jadi kami belum bisa pergi ke sana.

Ketika liburan di sekolah anak-anak kami pergi ke Bali. Kami suka Bali tetapi ini adalah cerita lain.

Ketika kami kembali, kami naik lewat selatan (Banyuwangi, Jember, Lumajang, Turen dan Malang). Sampai di Lumajang jalannya mendaki. Kami melihat panorama yang bagus sekali. Kami melihat daratan sampai laut. Sesudah ini kami bisa melihat satu gunung besar, yang aktif dan juga dekat. Volker menhentikan mobil sehingga kami bisa melihat gunung yang indah itu. Yang tiba-tiba ada awan abu keluar dari puncak gunung. Wah, ini Gunung Semeru. Semua keluarga menjadi senang sekali. Sesudah 5 bulan di Malang akhirnya kami menemukan Gunung Semeru. Gunung Semeru dari selatan
Beberapa kali kami turun dari mobil untuk melihat keindahan Gunung Semeru dan juga awan abu di puncak. Jam 6 sore kami pulang ke rumah kami. Semua senang karena hari ini kami mengalami hari yang bagus. Kami menemukan Gunung Semeru! Hari berikutnya kami mau pergi ke supermarket naik mobil. Kami sangat heran, karena kami bisa melihat Gunung Semeru dari rumah kami. Sesudah 5 bulan kami melihat gunung itu, tetapi kami tidak tahu kalau gunung itu adalah Gunung Semeru.
Gunung Semeru dari rumah kami
Kadang-kadang saya pergi ke luar. Mata saya pandangan mengarah Gunung Semeru dan awan abu. Kira kira setiap 15 menit abu keluar dari gunung dan saya tahu, semuanya beres!