Waktu yang hilang

October 03, 2006 - Volker Dally
Waktu sudah mendesak sekali sehingga saya menulis sesuatu baru untuk weblog ini. Sampai sekarang kami sudah tinggal dua bulan di Malang, akan tetapi kami masih merasa kalau kami baru saja sampai di sini. Wah, waktu menghilang. Khususnya karena setiap hari kami menemukan sesuata baru dan, yang jauh lebih penting, kami bertemu orang-orang baru. Selain itu ada banyak acara dilakukan oleh GKJW, oleh sekolah-Wesley dan juga di dalam keluarga.
Sekarang saya mengunjungi jemaat-jemaat GKJW. Yang terakhir saya pergi ke Jemaat Lenggosono, satu desa terletak dekat pantai. Pantai Lenggosono
Warga jemaat membuat pesta untuk merayakan ulang tahun ke-40. Desa itu adalah desa kecil dan jalan ke desa itu makin dekat desa jalan makin kecil. Akhirnya tidak ada jalan hanya sungai saya harus naik mobil. Jalan Sungai!
Tetapi saya sangat senang di Lenggosono karena pesta itu menarik sekali, misalnya pertunjukan Wayang yang saya lihat pertama kali selama saya tinggal di Indonesia. Saya sedikit heran karena orang-orang duduk di belakang orang yang mempergelarkan cerita.
Di mana lebih baik? Di belakang atau ... ...di depan?
Tentu saja banyak makanan sudah dibuat untuk pesta dan kebagtian yang kami rayakan bersama-sama. Akhir minggu depan saya pergi ke Banyuwangi kemudian akhir minggu ini saya ikut pergi ke Pacitan. Sesudah kunjungan tersebut saya bertemu jemaat-jemaat yang terletak paling barat dan paling timur di dalam daerah GKJW.
Omong-omong, untuk membuat pesta: Minggu lalu Jona berumur 7 tahun dan kami membuat pesta ulang tahun Hari Jumat. Jona menundang semua teman-teman sekelasnya. Semua anak-anak datang jadi kami bermain-main dengan 11 anak dan tentu saja kami makan bersama. Jona dan teman baru Anak-anak mencari harta Jona bahagia bahwa semua teman datang dan terus-terang kami sedikit bangga karena kami pikir semua anak sekelasnya suka Jona. Mungkin guru-guru di WB Yogya masih ingat bahwa Jona suka bermain dengan ikan-ikan. Sekarang dia punya Aquarium dan setiap hari keluarga duduk di depan Aquarium seperti di depan TV. Saya pikir menonton ikan di dalam Aquarium lebih baik meskipun kadang-kadang tidak ada "action".
Tetapi di lalulintas jalanan ada sedikit "action". Saya sudah menerima denda dua kali karena melanggar peraturan lalulintas. (Dan sulit untuk berdiskusi dengan petugas polisi apakah saya membuat kesalahan atau tidak. Jadi saya membayar hukuman.)
Kami mengharap bahwa weblog ini masih dibaca, kalau begitu, tolong masuk komentar!

Terlalu sibuk

September 15, 2006 - Volker Dally
Sekarang saya terlalu sibuk untuk laporan baru. Sampai minggu depan kalian harus membaca weblog di dalam bahasa Jerman. Saya mohon maaf.

Adaptasi di Malang

August 12, 2006 - Volker Dally
Sejak sekarang kami tinggal di Malang beberapa hari. Tetapi kami masih harus mengadaptasi. Mobil sudah kami beli. Mobil ini Kijang hitam yang baru. Sebenarnya terlalu mahal untuk kami, tetapi organisasi saya, UEM (Tolong lihatlah link) membantu. Dan semua orang di sini pikir untuk pekerjaan saya mobil baru lebih baik daripada tgn2 karena saya harus punya mobil yang cukup kuat untuk mengunjungi gereja kedesaan. Jadi kami membeli mobil baru. Sekarang kami menunggu untuk nomor mobil sebab Ibu Katja dan saya belum boleh naik mobil keluar. Kami hanya praktek di dalam kampus GKJW saja.
Untuk sekolah kami harus pergi tiga kali per hari. Jam tujuh pagi untuk anak-anak mengantar ke sekolah, dan jam setengah duabelas kami harus menjemput Lea dan nanti jam setengah tiga sore Jona juga.
Keduanya masih bercerita tentang guru-guru mereka punya di Yogyakarta. Sebagai kenang-kenangan akan foto dicetak orang tua. Foto yang ini kami mencetak
Saya mencoba belajar bahasa Indonesia sendiri, tetapi minggu depan saya mau mulai dengan seorang guru. Tetapi kami punya banyak praktek dan pengalaman baru. Informasi yang penting di sini, terima kasih Geger!
Rumah kami juga masih perlu perabot dan rumah ini, nama rumah Emde, harus didekorasi oleh semua keluarga. Ruang Emde (Kalau pembaca yang terhormat mau tahu siapa Yohannes Emde, tolong bacalah weblog bahasa Jerman.) Untuk kommunikasi kami sudah punya hubungan telpon dan internet.
Jona dan Lea bermain dengan orang-orang yang tinggal di kampus juga. Sekarang mereka bermain sepak-bola. Anak-anak sangat bahagia dan kami sangat senang juga.

Jona dan Lea mulai sekolah atau TK

August 09, 2006 - Volker Dally
Hari ini hari yang penting sekali untuk Jona dan Lea karena mereka mulai sekolah.
Kedua-duanya sangat bangga padahal Lea punya sedikit kesulitan karena hari ini hari pertama untuk dia tanpa kakak sejak bulan April. Tetapi guru-guru dari TK punya cukup waktu untuk semua anak-anak jadi akhirnya Lea merasa senang juga.
Lea dan semua anak-anak di dalam kebun TK Ruang untuk TK dan kelas 1 Sekolah Wesley di Malang
Di dalam kelas Jona adalah hanya 10 anak saja, 3 anak laki-laki dan 7 anak perempuan.
Dia harus pergi ke sekolah dari jam 7.30 pagi sampai 2.30 siang. Meskipun waktu lama untuk hari sekolah yang pertama Jona sangat bahagia dan kemudian pekerjaan rumah dibuatnya juga.
Jona di dalam kelas dengan guru Jona Pengintaian pertama Pekerjaan rumah
Hampir kami punya bayi anjing. Anjing itu diselundupkan Jona dan Lea di dalam karton ke rumah kami. Tetapi anjing itu ditemukan orang tua. Akhirnya kami bisa menjelaskan Jona dan Lea bahwa lebih baik kalau anjing kembali ke ibu anjing. Barang selundupan
Sekarang kami sibuk mengorganisasikan kehidupan baru di Malang. Kadang-kadang kami rindu guru-guru dari WB; sering kami rindu bantuan mereka.

Laporan Pendek Tentang Kunjungan Kraton, Khususnya Untuk Guru Geger

July 25, 2006 - Volker Dally
Sesudah tinggal di Yogyakarta selama dua bulan,minggu lalu kami memutuskan bahwa kami harus mengunjungi Kraton Yogya. Jadi kami bertanya Mas Agung untuk darmawisata minggu ini.
Tiga hari lalu, Hari Senin, kami melihat ketika membaca jadwal bahwa kami pergi ke Kraton dengan guru Geger Hari Kamis.
Sekarang, jam empat sore Hari Kamis, saya mengetik laporan sesudah pulang.
Tadi pagi sesudah sessi 1 Ibu Katja, anak-anak dan saya berangkat dengan sopir Mas Heru dan guru Mas Geger dari Wisma Bahasa I ke Kraton. Sebelumnya Geger memberi harapan akan menjadi pemandu untuk anak-anak di Kraton. Oleh karena itu kami bisa mengunjungi Kraton dengan pemandu Kraton sementera Geger menjelaskan Kraton kepada Jona dan Lea di bahasa Inggris.
Pertama-tama karcis Kraton dibeli Geger. Ketika kami sampai di pintu masuk sudah ada pemandu untuk Katja dan saya. Biasannya di Kraton ada pemandu yang berbicara bahasa Jerman tetapi sekarang Kraton dijelaskan pemandu kami dalam bahasa Indonesia. Saya pikir pemandu diinstruksikan guru Geger berbicara bahasa Indonesia. Tidak apa apa, kami sudah mengerti cukup bahasa Indonesia.
Pertama kami pergi di pintu Danapratapa. Di depan pintu ada dua patung besar sebagai penjaga. Kraton dijaga oleh penjaga pintu gerbang ini, yang kiri baik dan yang kanan jahat, padahal penjaga ini dari batu . Di dalam Kraton kami melihat rumah Sultan X, ruang pesta dan ruang makan. Kami pergi ke museum juga dan pemandu memberi banyak informasi tentang Sultan sekarang dan Sultan dulu. Terlalu banyak informasi untuk weblog ini. Sesudah satu setengah jam kami selesai kunjungan kemudian pergi ke FM Cafe untuk makan siang. Kami bersenang-senang hari ini. Terima kasih Geger dan Heru.